Credit: canva.com
PPU Percepat Pembangunan Pelabuhan Logistik Penyangga IKN
PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mempercepat pengembangan Pelabuhan Benuo Taka sebagai simpul logistik untuk mendukung konektivitas kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah tersebut sejalan dengan konsep pengembangan kawasan lima kota yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
Dikutip dari koran-jakarta.com, Hadi Saputro selaku Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, mengatakan bahwa PPU menjadi bagian dari pengembangan kawasan bersama IKN, Balikpapan, Samarinda, dan Bontang karena memiliki posisi strategis dalam mendukung sistem logistik regional.
"Pembahasan bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Otorita IKN, kabupaten ini masuk konsep pengembangan," ujar Hadi.
Ia menyatakan bahwa salah satu keunggulan utama Kabupaten Penajam Paser Utara dalam memfasilitasi distribusi produk ke kawasan IKN dan zona penyangga lainnya di Kalimantan Timur adalah letak geografisnya, yang memungkinkan kabupaten tersebut memiliki akses ke pelabuhan.
Sebagai upaya mewujudkan fungsi tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah membeli lahan guna pembangunan Pelabuhan Benuo Taka, yang memiliki garis pantai sepanjang 800 meter dan luas lahan sekitar 40 hektar.
Hadi menambahkan bahwa pelabuhan tersebut dapat menampung kapal feri serta tongkang atau ponton yang digunakan untuk operasi logistik karena kedalaman air di sekitarnya berkisar antara 7-14 meter.
Pelabuhan Benuo Taka diproyeksikan akan berkembang menjadi pelabuhan pengumpan yang melayani kebutuhan Kabupaten Penajam Paser Utara, kawasan IKN, dan wilayah sekitarnya guna meningkatkan rantai pasok di wilayah timur Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga menilai bahwa kawasan pelabuhan tersebut memiliki prospek ekonomi yang baik berkat lokasinya yang strategis serta potensinya untuk menjadi pusat dukungan bisnis dan distribusi.
"Pengelolaan pelabuhan dialihkan kepada Perumda untuk memaksimalkan potensi dan pendapatan daerah, serta mempercepat pengembangan pelabuhan guna menunjang logistik IKN," kata Hadi.
Saat ini, Pelabuhan Benuo Taka telah melayani aktivitas bongkar muat batubara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sejak mulai beroperasi pada 2017.
Setiap tahun, kegiatan-kegiatan ini menghasilkan pendapatan antara 4 hingga 6 miliar rupiah bagi pemerintah daerah.
Pranala
Sumber-sumber di atas merupakan referensi yang digunakan dalam penulisan berita ini.
Namira Aida Hairunnisa
27 Jul 2026